Manager Public Affair Tol Lampung Wujudkan Program Asta Cita Presiden di Ruas Bakter

oleh -671 Dilihat

Hakaaston Dukung Program Asta Cita Presiden Prabowo Lewat Ketahanan Pangan di Desa Pancatunggal

Manager Public Affair Tol Lampung Wujudkan Program Asta Cita Presiden di Ruas  Bakter
Manager Public Affair Tol Lampung Wujudkan Program Asta Cita Presiden di Ruas Bakter

Majalah Bandar Lampung – Komitmen terhadap penguatan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat desa kembali ditunjukkan oleh PT Hakaaston ruas Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter). Program-program keberlanjutan yang dilaksanakan di Desa Pancatunggal, Kecamatan Merbaumataram, Lampung Selatan menunjukkan dampak positif, khususnya bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) yang dibina melalui inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di sekitar jalan tol. Langkah ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada pilar pembangunan desa yang berorientasi pada ketahanan pangan, pengurangan kemiskinan, serta peningkatan produktivitas masyarakat desa melalui pemanfaatan potensi lokal.

Baca Juga : Penipu Catut Identitas Kajari Bandar Lampung, Begini Modusnya

Pemanfaatan Lahan Tidur dan Limbah Botol Plastik

Manager Public Affairs PT Hakaaston, M. Alkautsar, menjelaskan bahwa keberadaan ruas tol tidak boleh menjadi pembatas, melainkan harus menjadi penghubung antara pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan warga sekitar.“Alhamdulillah, kami telah melaksanakan kegiatan ketahanan pangan di Desa Pancatunggal dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur di pekarangan warga. Lahan tersebut ditanami berbagai jenis sayur-mayur yang bibitnya kami peroleh dari hasil penjualan limbah botol plastik yang dikumpulkan dari ruas tol Bakter,” ujar Alkautsar pada Rabu, 30 Juli 2025.

Inovasi berbasis lingkungan ini tidak hanya menyentuh aspek pangan, tetapi juga mendukung ekonomi sirkular. Botol plastik bekas tidak dibuang begitu saja, melainkan dimanfaatkan kembali menjadi produk ekonomi kreatif seperti kursi dan perabot sederhana, yang bernilai jual tinggi.

Kolaborasi dengan Komunitas dan Pemerintah Daerah

Dalam pelaksanaannya, Hakaaston bekerja sama dengan penggiat daur ulang limbah di Lampung Selatan serta Dinas Lingkungan Hidup setempat. Kolaborasi ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah limbah secara produktif, sekaligus memperluas pasar produk-produk hasil daur ulang.“Ke depan, kami akan terus mendorong pengembangan produk hasil daur ulang ini melalui kanal-kanal pemasaran digital maupun kemitraan UMKM. Harapannya, produk tersebut dapat termanfaatkan oleh masyarakat secara luas,” imbuh Alkautsar.

Sinergi Infrastruktur dan Masyarakat

Sebagai Operator Maintenance and Operation (M&O) dari PT Bakauheni–Terbanggi Besar (BTB), Hakaaston memastikan bahwa kenyamanan, keamanan, dan kondusivitas ruas tol sepanjang 0 KM hingga 140 KM tetap menjadi prioritas utama. Namun, perusahaan juga menempatkan aspek sosial sebagai bagian integral dari operasionalnya.“Semangat kolaborasi, inovasi, dan sinergi lintas sektoral menjadi fondasi kami dalam membangun citra positif Provinsi Lampung melalui kontribusi nyata di sepanjang Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), khususnya ruas Bakter,” lanjutnya.

Dampak Langsung untuk KWT dan Warga

Program ini secara langsung dirasakan manfaatnya oleh kelompok wanita tani (KWT) Desa Pancatunggal, yang sebelumnya belum memiliki akses terhadap lahan produktif maupun pelatihan teknis pertanian. Melalui pendampingan dari tim CSR Hakaaston dan dinas terkait, para anggota KWT kini mampu mengelola pertanian sayuran mandiri sekaligus mendapatkan tambahan penghasilan dari kegiatan pengolahan limbah.

Salah satu anggota KWT, Siti Rahmah, mengaku bahwa program ini memberi dampak besar bagi ekonomi keluarga. “Kami jadi bisa menanam sendiri, menjual hasil panen, dan bahkan ikut belajar membuat kerajinan dari limbah botol. Ini pengalaman baru dan sangat bermanfaat,” ujarnya.

Inisiatif Hakaaston di Lampung Selatan menjadi contoh bagaimana proyek infrastruktur besar dapat bersinergi secara nyata dengan pembangunan masyarakat desa, bukan hanya dalam aspek fisik, tetapi juga pemberdayaan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Langkah ini sejalan dengan semangat transformasi nasional yang didorong oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita, khususnya dalam membangun desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.